Uw zoekacties: Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG), Palangkaraya
xPanduan warisan budaya
Zoeken in Panduan warisan budaya
Panduan warisan budaya
>
Zoektermen
Zoektips!

Wildcards kunnen het zoeken vergemakkelijken:

  • Een ? (vraagteken) vervangt een letter
  • Een * (sterretje) vervangt een aantal letters
  • Door een $ (dollarteken) voor een zoekterm te zetten, zoekt u naar woorden die op elkaar lijken.

Meer zoektips vindt u hier.

 
 
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG), Palangkaraya
Website:
Website 2:
Plaats:
Palangkaraya
Provincie:
Kalimantan Tengah
Land:
IND
Type organisatie:
Museum
Postadres:

Rumah Adat Betang
Balai Eka Tingang Nganderang, Jl. Panjaitan No. 3
Palangka Raya

Informatie:
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi yang menjadi pusat budaya masyarakat Suku Dayak di Indonesia, selain Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Provinsi yang beribukota di Palangka Raya ini dikenal memiliki ikon budaya berupa rumah adat yang sangat unik karena ukurannya yang besar dan daya tampungnya yang sangat besar. Rumah adat Kalimantan Tengah ini bernama Rumah adat Betang.

Rumah Betang bukan rumah biasa. Rumah ini merupakan gambaran kehidupan masyarakat yang komunal. Rasa kekeluargaan yang tinggi antar sesama membuat di masa silam mereka hidup secara bersama-sama dalam rumah adat yang berukuran sangat besar ini. Untuk diketahui, rumah betang umumnya memiliki ukuran mencapai panjang 150 meter, lebar 30 meter, dan tinggi tiang sekitar 3 meter. Dengan ukurannya yang sedemikian besar, rumah betang mampu menampung 10 sd 15 keluarga dengan jumlah populasi antara 100 sd 150 orang. Adanya tiang rumah menandakan bahwa rumah adat Kalimantan Tengah ini memiliki struktur panggung. Oleh karenanya, untuk memasuki rumah ini seseorang harus menaiki tangga yang berjumlah ganjil.

Ada beberapa ciri khas yang membedakan rumah Betang dengan rumah adat Indonesia lainnya. Ciri ciri dari rumah adat Kalimantan Tengah ini antara lain:
1. Hulu rumah menghadap arah Timur dan Hilirnya menghadap Barat. Ini menyimbolkan tentang falsafah hidup orang-orang suku Dayak.
2. Dinding rumah terbuat dari kayu berukir dan atap rumah berbentuk pelana memanjang Ruangan dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kegunaan dan fungsinya masing-masing.
3. Memiliki tangga yang dinamakan hejot berjumlah ganjil dan satu pintu masuk. Di dekat pintu masuk biasanya terdapat sebuah patung (totem) yang dinamakan rancak sebagai patung persembahan bagi nenek moyang suku Dayak.
4. Bagian tengah rumah biasanya dihuni oleh Pembakas Lewu atau tetua adat.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/10/rumah-adat-kalimantan-tengah-dayak.html
 
 
 
MAIS-(M)DWS is een product van DE REE archiefsystemen BV
meer informatie over MAIS-(M)DWS